Archive for October, 2009

Sinofest IX 2009

Kami, Ikatan Mahasiswa Sinologi (IMSi) Universitas Indonesia mengundang Anda untuk hadir dalam acara Sinofest IX 2009. Acara ini kami adakan agar kita dapat lebih mengenal lagi budaya Cina. Tahun ini kami mengangkat Tema “Enter Now : Entertainment and Knowledge” Adapun acaranya akan diadakan tanggal 5-7 november 2009. Tanggal 5 dan 6 November akan diadakan di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Kampus UI Depok dan tanggal 7 akan diadakan di Mal Emporium Pluit.

Berikut Jadwal Acara yang dapat Anda ikuti :

Daftar Susunan Acara Sinofest IX 2009

Kamis, 5 November 2009 di Gedung IV dan Gedung IX FIB UI
09.00-10.00 WIB Pembukaan Audit. Gedung IX Pertunjukan Barongsai
10.00-12.00 WIB Seminar ekopol dari Kedubes China di Audit. Gedung IX
12.00-12.30 WIB Pertunjukan Wushu di Plaza Gedung IX
12.30-13.30 WIB Jingju京 剧 (Opera Beijing) di Audit. Gedung IX
14.00-15.00 WIB Seminar Scholarship China di Audit. Gedung IX
13.30 -16.00 WIB Nonton+Diskusi Film di Audit. Gedung IV

Jumat, 6 November 2009 di Gedung IV dan Gedung IX FIB UI
10.00-12.00 WIB Simbol-simbol Cina di Audit. Gedung IV
10.00-12.00 WIB Seminar Akupuntur di Audit. Gedung IX
12.00-12.30 WIB Ishoma
13.30-14.30 WIB Seminar Linguistik Terapan (pemilihan buku ajar bahasa mandarin) di Audit. Gedung IV
12.30-16.00 WIB Dance Competition di Audit. Gedung IX, Games
15.00-16.00 WIB Musik Austik di Audit. Gedung IX

Sabtu, 7 November 2009 di Emporium Pluit Mall
14.00-15.00 WIB Pembukaan & Pertunjukan Liong
15.00-15.30 WIB Orkestra Cina
17.00-18.00 WIB Final Dance Competition
18.00-19.00 WIB 1000 hands Traditional Dance
19.00-21.00 WIB Panggung musik & pengumuman pemenang Dance Competition

Untuk seminar diharapkan RSVP dan membayar terlebih dahulu (Yang membayar on the spot tidak mendapatkan sertifikat)

informasi lebih lanjut dapat melihat
http://www.sinofest.net

atau

menghubungi

Jangan lupa catet tanggalnya :)

 

Taiwan media delegation visits People’s Daily

Source : Xinhua, October 30, 2009

Taiwan media delegation visits People’s Daily

A news exchange delegation visited People’s Daily on Thursday morning, headed by Taiwan’s Straits Exchange Foundation chairman Chiang Pin-kung. Zhang Yannong, president of People’s Daily warmly welcomed the delegation.

Zhang said news media is the bridge linking the mainland and Taiwan as well as a pioneer in promoting cross-Strait interaction.

For a long time, cross-Strait news exchange has played an irreplaceable role in broadening horizons, increasing understanding and enhancing mutual trust of compatriots on both sides.

Like other media on Chinese mainland, People’s Daily has carried out various forms of exchange and cooperation with Taiwan counterparts and made deep friendships with them while commonly witnessing and promoting cross-Strait relationships.

Zhang also said the peaceful development of cross-Strait relations has provided more exciting topics, more vivid forms, richer content and broader horizons for news exchange and cooperation, as well as raising new demands.

Zhang expressed his sincere hopes that cross-Strait news exchange would continue to be promoted and the normalization of news exchange would be achieved as soon as possible to keep up with the new situation of “great exchange, great cooperation and great development”, so as to better serve both people and promote cross-Strait harmony and stability.

Chiang Pin-kung said in the past ten years, cross-Strait exchanges, whether exchange between journalists or news-gathering cooperation’s as well as the exchange of news operations, were quite close and frequent.

Currently, both sides correspondents are providing the most rapid and first-hand reports, playing a greatly important role in increasing mutual understanding between the mainland and Taiwan.

After “three links”, the information exchange is the fourth link; therefore “four links” will be achieved. This will can not only shorten the psychological distance between people on both sides, but also further promote cross-Strait media cooperation

After the meeting, Wu Hengquan, editor-in-chief of People’s Daily, hosted a dinner in honor of Chiang Pin-kung.

Sumber : http://english.peopledaily.com.cn/90001/90776/90785/6798825.html

 

100 Kata Mandarin Pertama (位)

Karakter : 位
Pinyin : wèi
Arti : (Kata bantu bilangan untuk orang)

Cara menggurat :

wei

Kertas kerjanya dapat diunduh di sini

 

张栋梁 – Sempurna

zhāng dòng liáng – Sempurna
张 栋 梁 – Sempurna

作 词: 张 国 祥、 黎 纾 廷

作 曲:Stevie Andra

wéi xiào wěn guò nǐ de liǎn
微 笑 吻 过 你 的 脸

xuàn làn xīng guāng wéi rào zhe quán shì jiè
绚 烂 星 光 围 绕 著 全 世 界

wǒ fā xiàn nǐ wéi xiào de yǎn hǎo chún zhēn de huà
我 发 现 你 微 笑 的 眼 好 纯 真 的 画

miàn

qīng qīng de hēng zhe yīn yuè
轻 轻 地 哼 著 音 乐

kuài lè dài tì wǒ péi zhe nǐ dào yǒng yuǎn
快 乐 代 替 我 陪 著 你 到 永 远

pěng zài shǒu xīn de wēn nuǎn
捧 在 手 心 的 温 暖

yào wán zhěng de dài zài shēn biān
要 完 整 的 带 在 身 边

wǒ zhī xiǎng bǎ nǐ hǎo hǎo kàn qīng chǔ
我 只 想 把 你 好 好 看 清 楚

chén mò bù zài yí hàn kǎn kě mǒ le tú
沉 默 不 再 遗 憾 坎 坷 抹 了 涂

rú guǒ nǐ zài zuǒ yòu xìng fú duì le lù
如 果 你 在 左 右 幸 福 对 了 路

wéi yī de nǐ shì quán bù
唯 一 的 你 是 全 部

shāng guò de tòng yǐ mó hú
伤 过 的 痛 已 模 糊

ràng wèi lái de dì tú wán chéng wǒ men de xìng fú
让 未 来 的 地 图 完 成 我 们 的 幸 福

ài jiù shì wán měi de lǐ wù Sempurna
爱 就 是 完 美 的 礼 物 Sempurna

yòng suǒ yǒu ài qìng zhù
用 所 有 爱 庆 祝

bù biàn de shì nǐ zhí de wǒ wéi nǐ kū
不 变 的 是 你 值 得 我 为 你 哭

yǒng gǎn dì zhēn xī huì jì niàn xiàng zuì qián
勇 敢 地 珍 惜 会 纪 念 像 最 虔

chéng de zuì chū
诚 的 最 初

*wǒ zhī xiǎng bǎ nǐ hǎo hǎo kàn qīng chǔ
我 只 想 把 你 好 好 看 清 楚

chén mò bù zài yí hàn kǎn kě mǒ le tú
沉 默 不 再 遗 憾 坎 坷 抹 了 涂

rú guǒ nǐ zài zuǒ yòu xìng fú duì le lù
如 果 你 在 左 右 幸 福 对 了 路

#wéi yī de nǐ shì quán bù
唯 一 的 你 是 全 部

shāng guò de tòng yǐ mó hú
伤 过 的 痛 已 模 糊

ràng wèi lái de dì tú wán chéng wǒ men de xìng fú
让 未 来 的 地 图 完 成 我 们 的 幸 福

ài jiù shì wán měi de lǐ wù Sempurna
爱 就 是 完 美 的 礼 物 Sempurna

*, #

shì nǐ gěi wǒ de lǐ wù Sempurna
是 你 给 我 的 礼 物 Sempurna

 

100 Kata Mandarin Pertama (让)

Karakter : 让
Pinyin : ràng
Arti : Mempersilakan

Cara menggurat :

rang

Kertas kerjanya dapat diunduh di sini

 

100 Kata Mandarin Pertama (吗)

Karakter : 吗
Pinyin : ma
Arti : Partikel Pertanyaan

Cara menggurat :

ma

Kertas kerjanya dapat diunduh di sini

 

超级电灯泡的故事

作家讲一个生活问题。有一位女人,她叫欣琪。欣琪有一位男友。他们工作十分忙碌,只能在周日约会。一天,她和男友约好了一个会。没想到,男友带他妈妈,为了让妈妈快乐一点儿,他就带妈妈逛逛。那时欣琪看男友很孝顺,没有厌恶,但是,几次约会她觉得男友的妈妈过头了。他们每次约会,他妈妈总是跟着,变成了一个电灯泡,很麻烦。欣琪对男友很生气,男友不能解释他们的问题,她觉得男友不珍惜她。

你们可以看,这件事是平常碰到的。谁也能发现这个问题。一方面你得对父母有孝,另一方面,你有了女友,是两头为难。对我来说,这个故事的问题是在欣琪的男友。如果欣琪和男友好好讨论和尊敬对方的意见,这个电灯泡问题不必发生。他可以跟欣琪选择哪次带妈妈,比如他妈妈生日的时候。或者,他可以想一想别的办法去约会,比如,如果妈妈一起去,他们一起去饭馆儿,找出一个三个人约会办法。一个男人也应该记得,他和女友有他们自己的生活,他们生活和父母的生活有关是对的,但是一位好男人应该跟女友讨论他们最合适的生活是怎么样的,如果父母的干预太多,他们就不能建立一个固体的家。结婚前,一双爱人应该讨论,讨论,讨论。说出生活、事情看法,如果有不同的看法,他们应该找他们的解答解释那个不同。此对每双爱人不一样。根据中国社会的看法,家里的责任是在男人,如果那个男人不能挑选合适的选择,那个家可能变成乱七八糟,是不好的。如果我们通过那个故事用这个看法,可以说他们的成功关系于男人选择得如何。

 

Terminologi Bahasa Mandarin

三,汉语语法中的术语

3.1 词类表:

3.1.1 实词 (Kata Nosional)

汉语

印尼文

1

名词 Mingci Nomina (Kata Benda)

2

动词 Dongci Verba (Kata Kerja)

3

助动词 Zhudongci Kata kerja bantu

4

形容词 Xingrongci Adjektiva (Kata sifat)

5

数词 Shuci Numeralia (Kata bilangan)

6

量词 Liangci Penggolong (kata bantu bilangan)
6.1 名量词 Mingliangci 6.1 Penggolong Nomina
6.2 动量词 Dongliangci 6.2 Penggolong verba

7

代词 Daici Kata ganti :
7.1 人称代词 Renchengdaici 7.1 Pronomina (kata ganti persona)
7.2 指示代词 Zhishidaici 7.2 Demonstrativa (kata ganti tunjuk)
7.3 疑问代词 Yuwendaici 7.3 Interogative (kata ganti tanya)

3.1.2 虚词 (Kata Fungsional)

汉语

印尼文

8

副词 Fuci Adverbia (kata tambahan)

9

介词 Jieci Preposisi (kata depan)

10

连词 Lianci Konjungsi (kata penghubung)

11

助词 Zhuci Partikel :
11.1 结构助词 Jiegouzhuci 11.1 Partikel Struktural
11.2 动态助词 Dongtaizhuci 11.2 Partikel Aspektual
11.3 语气助词 Yuqizhuci 11.3 Partikel Modalitet

12

叹词 Tanci Kata seru

13

象声词 Xiangshengci Onomatopea

3.1.3 附类 Fulei (Afiks)

14

词头 Citou Prefiks (awalan)

15

词尾 Ciwei Sufiks (akhiran)

3.2 句子成分:

汉语

印尼文

1

主语 zhuyu Subyek

2

谓语 weiyu;术语 shuyu Predikat

3

宾语 binyu Obyek

4

定语 dingyu Atributif

5

中心语 zhongxinyu Kata Pusat

6

壮语 zhuangyu Adverbia (keterangan tambahan)

7

补语 buyu Pelengkap (Komplemen) :
7.1 结果补语 jieguobuyu 7.1 Pelengkap Akibat
7.2 程度补语 chengdubuyu 7.2 Pelengkap derajat
7.3 数量补语 shuliangbuyu 7.3 Pelengkap kuantitatif
7.4 趋向补语 quxiangbuyu 7.4 Pelengkap arah
7.5 可能补语 kenengbuyu 7.5 Pelengkap kemungkinan
 

Reformasi Daerah

Reformasi Daerah

Pendahuluan

Sejak tahun 1949, Cina dipimpin oleh satu partai tunggal yaitu PKC yang membentuk pemerintahan Sosialis di bawah pemimpin besar Mao Zedong. Pada tahun 1958, Mao yang melihat Cina amat tertinggal dari negara-negara Barat memutuskan untuk menjalankan gerakan Lompatan Jauh ke Depan. Kebijakan terbesar gerakan ini adalah pembentukan komune yang bertujuan untuk mengejar ketertinggalan produksi baja dari Inggris tapi sayangnya kebijakan ini gagal dan menyebabkan keterpurukan ekonomi yang semakin parah, ditambah dengan kebijakan revolusi budaya penderitaan Cina seakan lengkap sudah. Setelah revolusi budaya dinyatakan berakhir dengan meninggalnya Mao tahun 1976, rakyat menginginkan adanya perubahan. Adanya reformasi. Reformasi di sini tentu saja reformasi dalam bidang pertanian dan sistem sosial ekonomi. Makalah ini ingin membahas mengenai komune itu sendiri, bagaimana sistem komune ini dijalankan dan mengapa pembentukan komune justru menjadi sebuah kesengsaraan bagi rakyat. Setelah membahas tentang komune, makalah ini ingin membahas tentang usaha-usaha mereformasi tatanan sosial tersebut, apa saja usaha mereka dan apa konflik yang terjadi. Dalam hal ini, saya ingin melihatnya dari dua sisi yaitu dari sisi rakyat dan dari sisi petinggi negara. Setelah membahas hal-hal di atas, makalah ini diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang ingin membandingkan peran state atau negara terhadap market atau pasar pada era sebelum dan setelah reformasi.

Membentuk Kehidupan Kolektif

Mao yang berambisi untuk melewati Inggris sebagai negara industri menyelenggarakan gerakan Lompatan Jauh ke Depan. Kebijakan yang paling utama dalam gerakan ini adalah pembentukan komune. Rakyat dikumpulkan dan dipilah-pilah menurut umur dan jenis kelamin, kemudian dikumpulkan di satu daerah untuk bekerja. Tujuan dari pembentukan komune ini sebenarnya cukup jelas yaitu untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara industri Barat. Untuk mengejar ketertinggalan inilah Cina membutuhkan sebuah sistem produksi massal. Ketika banyak orang diarahkan untuk mempunyai tujuan yang sama dan mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan tersebut, maka tujuan tersebut akan lebih mudah tercapai, inilah alasan mengapa pembentukan komune diperlukan. Pembentukan komune ini sendiri menimbulkan sistem ekonomi yang baru. Komune yang didirikan pada tingkat desa membawahi Brigade produksi dan Brigade produksi ini membawahi Unit Produksi. Orang-orang dari unit produksi menyetor hasil panen ke Brigade produksi dan Brigade produksi mengirimkan ke komune yang selanjutnya diserahkan ke Pusat yaitu Beijing. Kehidupan di komune amat berbeda. Nilai-nilai sosialisme dan komunisme dijunjung tinggi di sini. Hak milik pribadi tidak diakui. Tanah, ternak dan alat-alat produksi disita oleh negara untuk dijadikan milik komune. Pada masa ini, negara berkuasa penuh atas hasil produksi sehingga posisi market pada masa ini sangat kecil bahkan dapat dikatakan hampir tidak ada, dan jikalau ada posisinya berada di dalam negara itu sendiri karena negara yang mengatur semua distribusi hasil produksi.

Perjuangan Dari Bawah

Era Mao telah berlalu. Kondisi ekonomi rakyat yang telah hancur akibat kolektivisasi pada masa Lompatan Jauh ke Depan dan ditambah dengan revolusi budaya menginginkan adanya reformasi. Apa yang diinginkan rakyat dalam reformasi ini ? Rakyat menginginkan hak-haknya dikembalikan. Tanah yang disita, barang-barang “mewah” yang diambil paksa untuk dijadikan milik bersama dan sistem pengabdian kepada negara yang dinilai amat memberatkan perekonomian rakyat. Rakyat menginginkan adanya liberalisasi pertanian. Mereka ingin bercocok tanam sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan apa yang ingin mereka tanam, bukan apa yang diperintahkan oleh negara. Yang terpenting, mereka menginginkan pembagian yang adil, yaitu pembagian menurut kerja yang dilakukan.

Dali dalam bukunya Calamity and Reform in China, mengungkapkan faktor-faktor kecenderungan reformasi daerah. Pertama yaitu tentang efek kelaparan. Ia mengatakan bahwa semakin sebuah provinsi menderita kelaparan pada masa Lompatan Jauh ke Depan maka semakin pahit pelajaran yang didapat provinsi tersebut secara keseluruhan. Provinsi tersebut lebih tidak menginginkan kebijkan radikal pertanian seperti Brigade produksi. Dengan kata lain, tingkat kelaparan pada masa Lompatan Jauh ke Depan pada sebuah provinsi merupakan sebuah indikator populasi yang baik dan menjadi ukuran insentif reformasi provinsi tersebut. Kedua yaitu tentang efek hubungan. Ia mengatakan bahwa semakin jauh sebuah provinsi dari pusat politik, yaitu Beijing, maka provinsi tersebut memiliki lebih banyak kebebasan untuk membuat kebijakan dan akan lebih kecil kemungkinannya provinsi tersebut menerapkan kebijakan pertanian yang radikal. Juga dapat dikatan bahwa kedekatan dengan Beijing membuat suatu provinsi menerapkan kebijakan yang lebih radikal.

Provinsi Anhui (安徽) merupakan salah satu provinsi yang tercakup dalam dua persyaratan yang dikemukakan Dali. Provinsi ini mengalami kelaparan yang parah semasa Lompatan Jauh ke Depan dan provinsi ini juga jauh dari pusat kekuasaan. Hal-hal ini yang membuat provinsi Anhui memutuskan untuk menjalankan kebijakan sendiri. Komune memang dibentuk tetapi pada kenyataannya sejak tahun 1962, yaitu pada masa penyesuaian kembali, Unit produksi yang seharusnya bekerja bersama-sama dipecah lagi menjadi beberapa grup yang lebih kecil. Mereka mengerjakan tanah dengan sistem kontrak kepada Unit produksi dan ketika kontrak mereka sudah terpenuhi, maka mereka akan mengambil sisanya untuk kebutuhan hidup mereka. Di provinsi ini pula tanaman sampingan diijinkan untuk ditanam. Hal ini jelas-jelas bertentangan dengan apa yang dicita-citakan Beijing, tetapi kebijakan ini tetap dijalankan dan dilindungi oleh para kader di tingkat daerah karena memang diperlukan untuk kelangsungan hidup provinsi ini. Pada tahun 1978, ketika Deng Xiaoping kembali mendapat kekuasaan, ia menempatkan Wan Li untuk menjadi sekretaris pertama komite provinsi Anhui. Hal ini tidak lain untuk meneruskan kebijakan sistem yang sudah dijalankan untuk mendapatkan pengaruh.

Provinsi lain yang hampir sama dengan Anhui yaitu Sichuan (四川). Provinsi ini bahkan lebih jauh lagi dengan menerapkan sistem tanggung jawab rumah tangga.

Jika kita perhatikan tahun kejadian diberlakukannya liberalisasi pertanian (walaupun tidak sepenuhnya) maka kita akan mendapatkan kejadian ini sudah jauh terjadi sebelum diumumkan oleh Deng Xiaoping. Hal ini dapat diartikan bahwa perjuangan untuk memperoleh kebebasan dalam pertanian sudah terjadi dari tingkat akar-rumput, bukan dari tingkat elit politik seperti yang diberitakan media-media Cina dan asing. Karena kurangnya data yang sistematis, sulit menggeneralisir mengenai peranan elit politik tingkat lokal tapi dari bukti Anhui dan Sichuan dapat dibuat suatu kesimpulan sementara. Dapat dilihat bahwa rakyat menjalankan sistem tanggung jawab tanpa disertai persetujuan dari pusat. Kerjasama antara petani dan kader partai dibutuhkan di sini, dan ketika sistem ini telah menyebar maka kerjasama dengan kader partai di tingkat yang lebih tinggi diperlukan. Perpecahan kepemimpinan di tingkat atas juga membuat para rakyat dapat menjalankan kebijakan ini.

Dali juga mengungkapkan bahwa penerapan cara-cara liberal oleh sebuah Unit produksi atau desa biasanya diikuti oleh tetangganya yang berujung pada efek berantai atau efek ‘bola salju’. Setidaknya ada dua alasan : pertama, informasi di daerah pedesaan Cina tersebar dengan cepat, hal ini disebabkan karena adanya jaringan yang luas. Kedua, ketika seseorang telah menerapkan sesuatu yang dilarang secara politik maka resiko politik pengikutnya akan berkurang dan dapat lolos dari hukuman. Hal-hal inilah yang membuat libralisasi pertanian dapat dijalankan walaupun secara diam-diam dan dengan tekanan dari pusat.

Sambutan Dari Atas

Pada saat yang bersamaan para elit politik sedang beradu pengaruh di tingkat atas. Mereka terbagi atas dua kelompok. Yang pertama adalah kelompok “Apa saja” dipimpin oleh Hua Guofeng. Dinamakan kelompok “Apa saja” atau dengan istilah bahasa Inggris “Whateverist” dikarenakan kelompok ini menjunjung prinsip “Dua apa saja – 两个凡是 ketua Mao” yaitu mendukung kebijakan apa saja yang diputuskan ketua Mao dan menjalankan perintah apa saja yang diberikan ketua Mao. Kelompok ini meneruskan kebijakan Mao yang membentuk komune mengikuti Model Dazhai. Kelompok yang satunya yaitu kelompok moderat yang diketuai Deng Xiaoping. Kelompok ini menginginkan adanya reformasi pertanian.

Du Runsheng, seorang sekretaris jendral departemen pekerjaan daerah, dalam bukunya The course of China’s Rural Reform menceritakan proses terlaksananya tanggung jawab rumah tangga ini. Ketika ia pertama kali menyarankan tanggung jawab rumah tangga tahun 1978, ia dikritik melawan visi-visi Mao yang selama ini telah dijalankan padahal Mao baru beberapa tahun meninggal. Tanah sendiri tadinya merupakan bagian dari komune dan jika sistem tanggung jawab ini dijalankan secara penuh maka akan menggoncangkan sistem komune itu sendiri dan hal ini menimbulkan banyak penolakan. Untuk memperkenalkan sistem ini, maka penolakan harus dikurangi. Ada 3 hal yang dilakukan untuk mengurangi penolakan :

  1. Reformasi yang dijalankan tidak harus meninggalkan komune. Sistem ini akan dijalankan di dalam komune. Pendekatan ini akan membuat orang yang tadinya menolak menjadi menerima sistem ini.
  2. Sistem tanggung jawab ini dapat mengambil beberapa bentuk yang dapat dipilih oleh tiap daerah sehingga tidak bertentangan dengan kondisi daerah masing-masing. Ide utama dari sistem ini yaitu “serahkan kepada negara sesuai permintaan negara, simpan untuk komune dan apapun yang tersisa adalah milikmu”
  3. Reformasi pertama kali hanya dijalankan pada daerah-daerah yang memberikan respon positif kemudian dikembangkan setahap demi setahap.

Pada musim semi tahun 1979, Komisi pertanian nasional yang baru saja dibentuk, mengadakan pertemuan dengan tujuh provinsi pertanian. Pertemuan ini membahas mengenai sistem tanggung jawab. Provinsi Anhui sudah bereksperimen dengan sistem ini tetapi lima dari tujuh provinsi yang hadir tidak setuju dengan pendekatan yang dilakukan Anhui dan pertemuan tersebut menggantung begitu saja. Komite Sentral yang menerima ringkasan laporan mentapkan bahwa sistem tanggung jawab tidak akan dijalankan dan tidak akan ada pembagian lahan untuk dikerjakan sendiri-sendiri. Walaupun di laporan tersebut tidak ada ijin untuk melakukan sistem tanggung jawab tetapi untuk daerah-daerah di pegunungan yang terisolir, sistem tanggung jawab ini tidak dilarang untuk dilakukan, daerah-daerah ini tidak akan menjadi bahan kritikan. Setelah dokumen ini diratifikasi oleh Hua Guofeng, maka kesempatan untuk menjalankan sistem tanggung jawab menjadi lebih terbuka.

Tahun 1980, kesempatan ini semakin terbuka. Pada waktu itu, banyak daerah yang menjadi lebih miskin. Daerah yang tadinya dapat mencukupi kebutuhan dirinya sendiri menjadi kurang dan semakin sedikit daerah yang mempunyai surplus. Yao Yilin, direktur komisi perencanaan negara mengangkat masalah ini dan menyarankan menjalankan sistem tanggung jawab. Ia berpendapat bahwa jika para petani diberikan hak untuk mengontrak tanah dan tanggung jawab masing-masing, maka mereka tidak akan bergantung dari impor. Hal ini kemudian mendapat sambutan positif dari Deng Xiaoping, yang mengatakan daerah yang kesulitan dapat menjalankan sistem ini dan jika pada akhirnya sistem ini merupakan suatu kesalahan, tidak apa-apa. Daerah kaya yang mempunyai cukup untuk dimakan tidak harus langsung ikut menjalankan. Setelah kepemimpinan pusat ditata ulang dan Deng Xiaoping bertindak sebagai pemimpin, pemberlakuan berbagai macam bentuk tanggung jawab pertanian terus didukung. Daerah-daerah dibagi menjadi beberapa macam bentuk : Daerah yang kurang maju dapat menerapkan sistem tanggung jawab rumah tangga, daerah yang sudah maju dapat menjalankan sistem kontrak dengan pendapatan berhubungan dengan hasil yang didapat, sedangkan daerah yang berada di tengah-tengah dapat memilih salah satunya.

Tahun 1981, komite pusat mengadakan konferensi nasional tentang pekerjaan daerah. Dalam konferensi itu terciptalah “Dokumen No. 1” komite sentral dengan isi :

  1. Sistem Tanggung jawab merupakan legitimasi dari kebijakan reformasi dan kegiatan ini, dengan reformasi lainnya sudah diterima dan dilaksanakan secara nasional. Reformasi ini merupakan penyempurnaan dari sistem sosialisme
  2. Sistem ini berbeda dari pertanian individu jaman dahulu dan bukan merupakan sesuatu yang perlu ditentang. Kepemilikan publik atas tanah dan faktor produksi lainnya tidak akan berubah dalam jangka waktu yang lama.
  3. Sistem tanggung jawab ini juga dipastikan tidak akan berubah dalam waktu yang lama
  4. Memberikan kebebasan kepada penduduk untuk memilih jenis apa yang cocok untuk kondisi daerah masing-masing
  5. Para aparatur negara tidak perlu mengubah penerapan sistem ini menjadi sebuah hukum sebaliknya, menganggap hukum sebagai hasil dari pilihan sosial dan pada dasarnya memberikan jaminan dalam bentuk hukum.

Dokumen No. 1 ini diratifikasi pada tahun 1982 yang sekaligus merupakan tahun dibubarkannya komune.

Kesimpulan

Dengan adanya perjuangan dari bawah dan sambutan dari atas maka reformasi pertanian yang amat didambakan itu terjadi. Para petani merasa lebih dihargai karena mereka mendapatkan sesuai dengan tenaga yang mereka keluarkan, dan mereka mempunyai hak menjual kelebihan panen kepada pasar dengan harga yang ditentukan oleh pasar. Setelah reformasi, peranan negara menjadi lebih kecil dibandingkan dengan peran negara sebelum reformasi yang melingkupi seluruh kegiatan para rakyatnya. Bahkan pada masa ini pasar sudah terpisah dari negara. Hal ini ditandai dengan sudah adanya harga yang ditentukan oleh pasar dan petani yang dapat menjual kelebihan panen kepada pasar sesuai dengan harga yang ditentukan pasar, bukan ditentukan oleh negara.

Bibliografi

Chen, Fu dan John Davis. Land reform in rural China since the mid-1980s. ftp://ftp.fao.org/sd/sda/sdaa/LR98_2/art-9.pdf (diakses tanggal 26 Mei 2008 16:46:06)

Dali L, Yang. Calamity and Reform in China.1996. Bab 5 dan 6

Runsheng, Du. The Course of China’s Rural Reform. International Food Policy Research Institute. http://www.ifpri.org/pubs/books/oc52.pdf (diakses tanggal 26 Mei 2008 16:55:47)

 

Demokrasi di Cina

Pada era Mao, demi meningkatkan produksi, seluruh struktur pedesaan diganti dengan apa yang dinamakan komune. Seluruh rakyat diperintahkan untuk berproduksi dan tentunya berproduksi sesuai perintah dari atas. Dalam kondisi seperti ini tentu tidak ada yang dinamakan demokrasi. Sebuah kebebasan. Untuk menentukan apa yang mereka produksi saja tidak diijinkan apalagi kebebasan untuk bersuara. Rakyat hanya diminta untuk menjalankan apa yang menjadi kebijakan dari atas.

Sepeninggalan Mao, hal-hal di atas mulai diubah. Dimulai pada tahun 1978, komune dibubarkan dan diganti kembali dengan tanggung jawab rumah tangga. Produksi ditentukan oleh rakyat sendiri. Mereka hanya diwajibkan untuk menyetorkan sebagian dari hasil panen mereka dan jika panen mereka berlebih, mereka dapat menyimpannya untuk keperluan sendiri atau dijual ke orang lain. Ini merupakan suatu kemajuan berarti dari era Mao karena sekarang ada yang dapat ditentukan oleh rakyat.

Tahap berikutnya muncul suatu hal yang unik. Demokrasi ini tidak sebatas hanya pada apa yang ingin mereka tanam saja, tetapi kemudian menjalar ke kehidupan politik. Mereka dapat menentukan siapa yang mewakili mereka di struktur pemerintahan desa. Mereka dapat melaksanakan pemilihan kepala desa dan komite desa. Bahkan, lebih jauh lagi mereka meminta agar dibentuk suatu Dewan Perwakilan Desa (DPD) untuk mengawasi komite desa agar tidak menyimpang. Ini merupakan suatu hal yang baru di Cina. Ketika negara yang tadinya merupakan sebuah totalitarian sekarang perlahan-lahan mengendurkan kekuasaannya. Fenomena demokrasi yang terjadi ini pada kenyatannya tidak sama dari satu daerah ke daerah lainnya.

Pada tulisan kali ini akan dibahas mengenai demokrasi di Cina khususnya mengenai Dewan Perwakilan Desa (Village Representative Assemblies). Apa yang melatarbelakangi dibentuknya DPD ? Apa saja kekuasannya ? Bagaimana pelaksanannya ? Faktor apa yang membuat pelaksanaan DPD ini berhasil ? Apa yang terjadi setelah DPD ini berhasil ? Bagimana Demokrasi di Cina dibanding negara Barat ?. Hal-hal inilah yang ingin dijawab dalam tulisan kali ini. Pembahasan kali ini ditujukan ke desa Beiwang (北王), provinsi Hebei (河北).

LATAR BELAKANG DAN TERBENTUKNYA DPD

Keinginan rakyat untuk membentuk DPD dimulai sebelum Oktober 1990. Pada waktu itu desa dianggap mengalami salah urus. Pemimpin desa menggunakan dana sebesar 10.000 yuan hanya untuk pengeluaran hiburan semata. Karena banyaknya keluhan dari para petani sehingga otoritas kabupaten melakukan enam kali penggantian kepemimpinan untuk masa tujuh tahun. Pada Oktober 1990 Beiwang mengadakan pertemuan desa dan dari sanalah terbentuk DPD (Dewan Perwakilan Desa) dengan pemimpinnya Jia Guosuo. Tiap anggota DPD mewakili 13 rumah tangga yang ditentukan secara geografis dan ada pula yang ditentukan sesuai dengan profesi masing-masing. Beberapa konstituen memilih melalui pemungutan suara kandidat dan konstituen lain berkonsensus memilih siapa yang akan mewakili mereka. Jabatan anggota DPD berlangsung selama 3 tahun. Anggota DPD dijadwalkan bertemu di hari ketiga setiap bulan.

Wewenang dari DPD sendiri secara resmi adalah sebagai berikut :

  1. Membuat keputusan mengenai isu penting, terutama mengenai ekonomi pedesaan
  2. Mengawasi komite desa, khususnya mengenai keuangan
  3. Dapat memecat anggota komite desa
  4. Dapat memveto keputusan ‘salah’
  5. Menulis tata perilaku dari organisasi pemerintahan desa.

Selain kelima wewenang di atas, DPD juga mempunyai tugas untuk mengawasi anggota-anggota cabang partai kalau-kalau ada yang berbuat menyimpang. Ada grup kecil dari anggota DPD yang mengawasi cabang partai.

PELAKSANAAN

Pada pelaksanaannya, cabang partai menentukan kebijakan mikro desa yang kemudian diteruskan ke komite desa untuk dijalankan, sedangkan DPD mengawasi kebijakan yang diambil serta pelaksanaannya. Pengawasan-pengawasan yang terjadi yaitu dalam hal :

  1. Pembuat Keputusan
  • Pada pertemuan September 1992, kelinci menjadi agenda penting. Beiwang telah memelihara 3000 ekor kelinci dan berencana untuk mengembangkannya menjadi 40.000 ekor sehingga membuat industri pengembangbiakkan kelinci berskala besar. Dalam usahanya, komite desa ingin memesan bayi-bayi kelinci untuk memenuhi kuota ini tetapi DPD mengatakan bahwa jika yang dibeli adalah bayi-bayi kelinci maka ketika dikirimkan, bayi-bayi ini banyak yang akan mati. Lebih baik membeli kelinci berusia 3 bulan, dikembangbiakkan, dan kemudian anaknya dijual dengan murah kepada rakyat. Keputusan ini disetujui dan ditulis di papan
  • Pada pertemuan yang sama, DPD memutuskan untuk tidak mengontrakkan 70 mu lahan terbuang tetapi menunjuk kolektivisasi desa untuk mengaturnya sehingga dapat ditanami tumbuhan obat dan pohon pir. Ditunjuk dua kader dan lima anggota DPD untuk mengawasi pekerjaan tersebut.
  • DPD juga dikenal dapat mengendalikan kebijakan cabang partai. Pada tahun 1986 cabang partai mengontrakkan 3015 pohon pir ke rumah tangga, tapi karena tidak terlalu diperhatikan sehingga pendapatan yang didapat dari pohon tersebut turun menjadi hanya 20.000 yuan saja. Pada tahun 1990 anggota DPD menyarankan agar desa mengambil kembali pengurusan pohon pir ini dan kemudian baru dikontrakkan lagi ke rumah tangga yang memang akan mengurusnya dengan baik. Hal ini tidak disetujui cabang partai tetapi karena tekanan dari DPD dan adanya dukungan dari petani dalam bentuk cap jari yang berhasil dikumpulkan DPD. Pohon pir itu dikontrakkan kembali ke 12 rumah tangga dan pada tahun 1992 menghasilkan lebih dari 100.000 Yuan dari biaya kontrak.
  • Setelah desa berkembang menjadi lebih kaya, DPD membuat keputusan dengan skala yang lebih besar lagi. Pada waktu itu desa ingin membuat pabrik pemrosesan kacang yang akan menghasilkan minyak kacang, suplemen protein berbahan kacang-kacangan dan obat tekanan darah tinggi dari kulit kacang. Investasi total yang diperlukan mencapai 500.000 Yuan. Satu keputusan yaitu menerbitkan saham yang bernilai 10.000 Yuan perlembar dan kemudian menjualnya ke desa-desa kaya.
  • DPD mengawasi pembangunan sekolah. Pada waktu itu sekretaris partai ditunjuk untuk membangun sekolah. Ia menyerahkannya pada orang lain yang pada kenyataan pelaksanannya amat buruk sehingga jendela sekolah tidak dapat ditutup dan atapnya bolong. Sekretaris partai itu didenda 8000 Yuan dan uang tersebut dipakai untuk membetulkan sekolah tersebut.
  1. Mengawasi Komite Desa :

Pada 2 tahun awal berdirinya, DPD telah memecat tiga anggota komite desa. Anggota pertama didapati tidak membayar biaya kontrak kebun buah sebesar 800 Yuan. Anggota kedua suka berjudi dan dianggap membawa pengaruh buruk bagi desa dan anggota ke tiga membantu menjualkan kapas tetapi tidak memberikan uangnya sebesar 5000 Yuan.

  1. Mengawasi Cabang Partai :

DPD memaksa cabang partai memiliki papan tulis tempat menuliskan kebijakan-kebijakan yang diambilnya. Cabang partai juga diminta untuk menuliskan nama-nama yang  akan menjadi anggota partai, dan kepada rakyat yang merasa nama calon tersebut tidak pantas dapat menceritakannya ke anggota cabang partai atau memasukkan catatan yang dapat diberi nama atau tidak ke dalam kotak suara di sebelah papan tulis tersebut.

Pada tahun 1991 DPD mendapati kasus anggota Cabang partai yang memotong pohon poplar padahal pohon tersebut telah diserahkan kembali ke desa setelah dikontrakkan. Atas tindakannya tersebut, ia diminta untuk membayar 50 Yuan dan mengembalikkan pohon yang telah ia tebang.

Pada tahun yang sama, seorang akuntan desa yang kebetulan juga merupakan seorang anggota partai meminjam 6000 Yuan. Tetapi, pada tahun berikutnya masih belum dibayarkan juga. Akhirnya akuntan tersebut dibebaskan dari utangnya.

  1. Peran DPD membantu Desa memenuhi target dari kota praja (Township) :
  • Pengumpulan gandum di Desa Beiwang memerlukan waktu yang lama. Kira-kira 20 hari baru dikirimkan ke kota praja tapi setelah DPD turun tangan, DPD meyakinkan para petani untuk segera menyerahkan panennya sehingga hanya diperlukan 3 hari untuk mengumpulkan gandum dan menyerahkannya ke kota praja.
  • DPD juga membantu kebijakan keluarga berencana. Seorang ibu yang setelah kehamilan kedua menolak untuk melakukan sterilisasi diminta untuk menunjuk tangan pada pertemuan desa. Kasus kemudian akan diserahkan ke komite desa untuk diurus. Jika ada yang mengetahui ada yang tidak menunjuk tangan, dapat memberitahukannya lewat kotak suara.

FAKTOR KEBERHASILAN

Dari paparan di atas dapat dilihat bahwa pembentukan DPD di desa Beiwang, Provinsi Hebei merupakan sesuatu hal yang amat positif dan membawa kemajuan bagi desa tersebut. Tapi, dari apa yang ditulis oleh Susan V Lawrence, kemajuan ini hanya dapat tercapai karena adanya pemimpin yang baik. Dikatakan bahwa Jia Guosuo sendiri bukan merupakan warga dari desa Beiwang sehingga karena tidak adanya ikatan kekeluargaan, ia dapat bekerja secara maksimal agar semuanya dapat berjalan lurus sebagaimana mestinya dan ketika tahun 1994 ia kembali ke desa ini dan didapatinya Jia Guosuo pindah jabatan ada suatu pemikiran apakah penggantinya dapat menjalankan tugas sebaik dirinya. Di sini dapat disimpulkan bahwa kesuksesan dari organisasi ini banyak ditentukan dari ketuanya. Jika sang ketua memang menginginkan semua yang baik bagi warganya, maka semuanya akan menjadi beres dan terlihat manis.

DPD di Beiwang ini merupakan salah satu contoh yang baik karena DPD di provinsi Hunan tidak sebaik di Beiwang. Di sana, DPD hanya bertemu sekali setiap tahun, biasanya hanya pada hari pertama di bulan pertama. Jika demikian, keputusan yang dihasilkan tidak akan sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan pembelaan terhadap warga menjadi lemah.

PERBANDINGAN DENGAN BARAT

Apa yang terjadi di Cina pada saat itu di satu sisi dapat dibandingkan dengan pemikiran yang terjadi di Barat yaitu dengan Trias Politika atau pembagian kekuasaan. Trias Politika sendiri dicetuskan oleh filsuf Perancis yaitu Baron de Montesquieu. Montesquieu membagi divisi kekuatan politik menjadi eksekutif, leglislatif dan yudikatif. Ia mendasari model ini pada sistem konstitusi Inggris. Montesquieu menjelaskan bahwa yudikatif harus merupakan badan yang terpisah dan tidak terikat.

Dari definisi ini dapat dikatakan bahwa kondisi pedesaan Cina sudah mengalami sebuah evolusi pembagian kekuasaan. Terdapat tiga kubu yang memegang kekuasaan dan menempati perannya masing-masing. Yang pertama yaitu Cabang Partai. Cabang Partai menempati posisi sebagai sebuah lembaga legislatif. Ia merumuskan kebijakan mikro sebuah desa dan lembaga ini pula yang meneruskan kebijakan dari cabang partai di tingkat yang lebih tinggi untuk dilaksanakan di desa. Yang kedua yaitu Komite desa yang berposisi sebagai sebuah lembaga eksekutif. Komite desa dalam hal ini berperan sebagai pelaksana kebijakan yang telah dirumuskan cabang partai.

Yang terakhir adalah merupakan pembahasan dari makalah ini yaitu Dewan Perwakilan Desa. DPD sesuai tugas yang telah dipaparkan menempati posisi Yudikatif, yaitu sebagai lembaga pengawas, tapi dalam kasus Cina DPD mempunyai peran yang lebih luas lagi dari sekedar lembaga pengawas yang menentukan benar tidaknya sebuah keputusan. Dalam hal ini DPD mempunyai kekuasaan untuk memaksakan pendapatnya untuk disetujui oleh Cabang Partai dan dilaksanakan oleh Komite Desa. Dalam pelaksanaanya, jika ada yang menentang, DPD dapat meminta persetujuan dari masyarakat desa dan yang berarti keputusan tersebut mutlak karena apa yang diputuskan DPD merupakan sebuah kebaikan desa.

KEKHAWATIRAN PUSAT

Hasil yang manis ini memang baik tapi kemudian muncul kekhawatiran dari partai pusat. DPD merupakan sebuah organisasi demokratis karena semuanya diaspirasikan dari rakyat. Wewenangnyapun sangat luas bahkan dapat mengawasi, memveto dan mengubah kebijakan cabang partai yang seharusnya merupakan organisasi terhormat yang tidak boleh diganggu gugat keputusannya. Partai pusat sangat khawatir bahwa pada suatu hari DPD akan mengganggu keuputusan makro seperti kebijakan satu anak dan keputusan lainnya. Walaupun kekhawatiran ini tidak terbukti dan pada saat itu belum dilaksanakan tetapi Partai Pusat tidak menutup kemungkinan ini dapat terjadi.

Diluar seluruh kekhawatiran yang muncul, Cina telah berhasil mengendurkan kekuasannya sehingga tercipta apa yang disebut sebagai demokrasi. Demokrasi ini juga berjalan dengan amat baik, walaupun terjadi perbedaan dari satu daerah ke daerah lain dan apa yang terjadi menunjuk ke arah yang positif. Apakah kedepannya Cina akan menjadi negara yang memang demokrasi, kita hanya dapat menunggu tapi setidaknya ini merupakan sebuah pencapaian yang baik ke arah sana.

KESIMPULAN

Dengan berdirinya DPD ini dapat dikatakan Cina sudah memulai apa yang dinamakan demokrasi. DPD cukup berhasil mengawasi komite desa dan cabang partai ini memiliki wewenang yang cukup luas sehingga dapat melindungi kepentingan warganya ketika didapati ada kader partai atau wakil rakyat yang bertindak tidak pada tempatnya. Walaupun kekhawatiran tentang wewenang yang menjadi kekhawatiran sendiri bagi partai pusat walaupun belum terbukti. Cina sudah memulai demokrasi dengan DPD, hanya saja untuk kedepannya kita harus melihat apakah demokrasi ini akan berlanjut atau akan terjadi pengekangan kembali seperti pada jaman Mao.

Daftar Pustaka

Lawrence, Susan V. “Democracy, Chinese Style,”dlm. The Australian Journal of Chinese

Affairs, No.32(July 1994), hlm.61-70

http://en.wikipedia.org/wiki/Trias_politica. “Separation of powers”. Diakses tanggal 15

Desember 2008 21:30

http://www.geocities.com/Athens/Ithaca/8306/baru1420/artikel/art4.htm Diakses tanggal

15 Desember 2008 21:55