Archive for November 10th, 2009

Beijing Consensus

Cina sekarang dikenal sebagai salah satu negara besar, bahkan seringkali disejajarkan dengan raksasa Amerika Serikat. Salah satu pilar utama pendukung perkembangan Cina adalah ekonomi. Selama satu dekade terakhir perekonomian Cina telah bertumbuh rata-rata sepuluh persen tiap tahunnya. Selain ekonomi, perkembangan teknologi Cina yang sangat pesat juga menjadikan Cina sebagai negara yang amat dikagumi dunia pada saat ini.  Banyak dari negara-negara di dunia meniru Cina, bahkan menjadikannya sebagai model. Dalam makalah singkat ini ingin menjelaskan mengenai apa yang dinamakan model pembangunan Cina, apa saja yang tercakup di dalamnya dan bagaimana Cina mengatasi masalah regional yang dihadapinya manakala Cina mulai menjelma menjadi sebuah negara raksasa.

Apa yang sekarang dikenal sebagai Beijing Consensus sebenarnya merupakan istilah yang pertama kali dimunculkan oleh Joshua Cooper Ramo. Beijing Consensus merupakan tiga buah dalil mengenai bagaimana cara untuk mengorganisir negara berkembang di dunia. Dalil yang pertama  yaitu mengenai penempatan kembali nilai-nilai inovasi. Yang kedua, kekacauan tidak mungkin diatur dari atas tetapi harus menggunakan perangkat baru dan yang ketiga adalah sebuah teori tekad diri sendiri.

Penempatan Kembali Nilai-nilai Inovasi

Sebuah teori fisika lama mengatakan bahwa sebuah negara haruslah disambung dengan kabel tembaga dulu baru kemudian disambung dengan kabel optik. Dalam hal ini Cina tidak setuju dengan teori ini. Jika sebuah negara langsung disambungkan dengan kabel optik maka ia akan bergerak lebih cepat, jauh lebih cepat daripada masalah yang ditimbulkan dari pergerakan itu sendiri. Hal yang mempercepat Cina adalah inovasi. Jiang Zemin dalam laporannya pada kongres partai ke-16 mengatakan bahwa inovasi menopang kemajuan suatu bangsa.

Ketika perubahan berbasis IPTEK dijalankan pasca reformasi, hasil yang paling terlihat adalah pada sektor pertanian. Pada liberalisasi pertanian, pertanian bertumbuh 20-30 % dan petani menjadi haus akan inovasi. Para petani terus menerus meningkatkan kualitas bibit dan pengairan di sawah mereka.

Inovasi yang berujung pada IPTEK inilah membuat pemerintah berpikir untuk memajukan pendidikan rakyatnya. Pendidikan adalah satu-satunya solusi untuk menyeimbangkan perubahan yang terjadi di Cina dan bukan mengacaukannya. Satu hal yang terlihat yaitu pada tahun 1989. Karena dukungan yang besar terhadap inovasi maka pemerintah dapat meredam isu 1989 agar tidak menjadi sesuatu hal yang merusak stabilitas.

Dengan kata lain, obat terbaik untuk masalah dari perubahan adalah dengan menciptakan lebih banyak perubahan dan inovasi.

Menciptakan Lingkungan

Dalil yang kedua mengatakan bahwa kekacauan tidak mungkin diatur dari atas tetapi harus menggunakan perangkat baru. Dalil yang kedua ingin membuat sebuah lingkungan untuk pembangunan. Lingkungan yang dapat menopang dan pantas. Hu Angang dari universitas Tsinghua mengatakan bahwa pertumbuhan GDP yang disebutkan oleh Washington Consensus disebut sebagai pertumbuhan GDP hitam.

GDP Hitam ini kemudian jika dikurangi dengan biaya kehancuran lingkungan didapatkan apa yang dinamakan GDP Hijau. Hu Jintao, presiden Cina, melanjutkan, jika GDP Hijau ini dikurangi dengan korupsi maka akan didapatkan sebuah GDP yang transparan. GDP yang transparan inilah yang dikatakan Hu bagaimana Cina mengukur perkembangannya. Jika pada awal-awal reformasi, Deng Xiaoping pernah mengatakan tidak peduli kucing hitam atau kucing putih yang penting dapat menangkap tikus. Sekarang apa yang dipercaya oleh pemerintah yaitu warna kucingnya berpengaruh dan Cina sekarang mencari kucing yang hijau dan kucing yang transparan. Dalam hal ini ditekankan bahwa polusi lingkungan dan korupsi merupakan racun sosial.

Transfer Energi

Penyebaran Beijing Consensus ini dapat dilihat dari tiga cara. Yang pertama adalah sebagai reaksi terhadap ide Washington Consensus yang mempunyai energi kinetik. Yang kedua karena kebutuhan lokalisasi maka menghasilkan ide-ide asli di manapun ia ditempatkan dan yang ketiga, bangkitnya ekonomi Cina menjadi magnet yang mempengaruhi butiran besi sehingga sejajar dengan keinginan ekonomi Cina.

Energi Kinetik : Tes kecocokan

Tes kecocokan ini melihat dari Washington Consensus. Washington Consensus dibuat pada tahun 1990 dengan sepuluh kriteria, termasuk di dalamnya regulasi fiskal, keterbukaan terhadap modal asing serta nilai tukar yang kompetitif. Ia dibuat dalam rangka utang Amerika Latin. Karena kerangka kerjanya dipusatkan pada Amerika Latin maka hal ini tidak berlaku pada Cina.

Bertolak belakang dari Washington Consensus yang tidak menjelaskan mengenai peningkatan kesejahteraan, Beijing Consensus mengedepankan individual. Hal inilah yang menjadikan kebijakan Hu Jintao yaitu tiga dekat (san ge tiejin). Tiga dekat ini meliputi  dekat dengan kenyataan, dekat dengan rakyat dan dekat dengan kehidupan. Karena itu pemerintah membebaskan individu untuk bekerja, berencana dan mengorganisir dirinya sendiri. Pemerintah juga mengedepankan pembuatan lingkungan dari bawah ke atas. Menggabungkan kabaikan pasar yang mengatur diri sendiri dengan batasan-batasan yang rasional.

Lokalisasi : Reaksi Berantai Budaya

Salah satu faktor yang tidak berubah dari masyarakat Cina adalah kekuatan budaya Cina. Beberapa bagian dari budaya ini memang telah hancur seperti arogansi superioritas Cina tetapi hubungan keluarga tetap bertahan. Ketika melihat orang Cina di suatu negara kita pasti juga melihat gaya hidupnya yang masih makan dengan sumpit. Budaya-budaya yang telah mengakar inilah yang terdapat di Cina sendiri. Ketika kita pergi ke sebuah ATM maka kita akan disambut dengan lagu Cina. Stasiun TV yang banyak ditonton juga yang lebih mengedepankan budaya Cina. Channel [V] di Cina yang memutar lagu-lagu Cina lebih digemari ketimbang siaran internasional MTV. Deng Xiaoping mengatakan Cina menggabungkan ide dari Cina dengan pengajaran dari Barat. Untuk Cina poin utama referensi haruslah Cina itu sendiri. Secara tidak langsung Cina tengah mempraktekkan Globalisasi dengan ciri khas Cina

Yuan sebagai Magnet

Ketika perekonomian Cina bertumbuh, ternyata bukan orang-orang Cina saja yang menopang pertumbuhan tersebut tetapi juga orang-orang selain Cina. Para petani di Amerika Latin bekerja lembur di ladang mereka untuk memnuhi kebutuhan Cina akan kedelai. Bahkan Cina meminta mereka untuk membuka lahan sebesar negara Israel untuk ditanami kedelai. Orang singapura juga mengirimkan para pemrogram perangkat lunak komputer ke Cina. Kesemuanya itu dibayar Cina menggunakan Yuan sebagai alat bayarnya.

Kebijakan Dengan Negara Lain

Cina mengedepankan pembangunan dan perdamaian (He Ping Yu Fa Zhan). Tujuan dari Cina bukan konflik tetapi untuk menghindari konflik. Sangat penting bagi cina untuk membangun kekuatan militer tapi tidak seperti Amerika yang menggunakan kekerasan untuk mengatasi masalah. Tujuan Cina adalah untuk menangani masalah sebelum masalah itu muncul. Bagaimana membentuk kekuatan militer dapat mencapai ini ? Hal ini dapat terjadi karena tanpa kepastian keamanan, pembangunan yang damai tidak dapat tercapai.

Keinginan maju secara damai oleh Cina dapat tercapai bergantung dari keinginan AS untuk bekerjasama. Hu Jintao menerapkan empat tidak dalam hubungannya dengan negara lain yaitu tidak hegemoni, tidak menjalankan kekuatan politiknya, tidak mengadakan persekutuan dan tidak mengadakan perlombaan senjata.

Perubahan Tahapan Pengamanan

Langkah-langkah pengamanan yang dilakukan oleh Cina :

  1. Penguatan Militer
  2. Memilih Tujuan Spesifik dalam memodernisasi militer

Kebijakan asimetris lainnya yang dijalankan Cina yaitu ketika Amerika menerapkan Penguasaan Umum yaitu penguasaan terhadap laut, udara dan angkasa, Cina menjalankan Good Neighbourliness. Yaitu pembuatan grup yang mengarah pada dialog keamanan.

Dari penjelasan ini kita dapat melihat bagaimana cara Cina berpikir dan bertindak. Melalui kerangka yang besar kemudian menjalankan kebijakan praktis.

Pada dasarnya buku yang ditulis Joshua Cooper Ramo merupakan analisis yang mendalam dan amat baik tetapi di banyak tempat cukup menyulitkan karena membandingkannya dengan ilmu fisika.